Postingan

Sudahkah kamu mengenal dirimu Awan?

Awan, masihkah terlintas dalam benakmu bahwa  menjadi bunga sakura di tengah ambisiusnya manusia Jepang itu lebih menyenangkan? Masihkah terasa luka melihat burung bisa terbang kemanapun ia suka ? Sedangkan kau, hanya bisa bergerak mengikuti laju angin. Masihkah kau belum menerima bahwa semesta menjadikanmu sebagai Awan? Sudahkah kamu mengenal dirimu Awan? Untuk apa kamu dijadikan? Kekuatan Apa yang semesta titipkan?  Semua hal diciptakan dengan kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Setiap hal punya peran dalam menciptakan kedamaian pada semesta. Hidup ini bukan tentang kamu dan mereka. Tapi tentang dirimu sendiri, tentang keistiqomahanmu pada Sang Semesta. Awan, Apa yang kamu cari? Kebahagiaankan? Sudahkah kamu definisikan kebahagiaanmu? Sudah pahamkah perbedaan senang dan bahagia? Sudah pahamkah hal apa saja yang bisa membuatmu bahagia?  Temukanlah, lalu kamu pada akhirnya akan sadar bahwa ia berada sangat dekat dibanding urat lehermu, Ia Tuhanmu. Ribuan kali kamu be...

Maju atau Mundur?

Ingin melangkah tapi rasanya kebimbangan menahan. Diam bukan berarti mengabaikan, hanya saja bingung haruskah kaki melangkah maju atau mundur. Atau adakah jurus lenyap?Tak ingin melangkah, karena akan semakin jauh tuk pulang. Kedamaian seperti jelas depan mata, tetapi tunggu, ekspektasi apa yang ia bawa? Akankah kekecewaaan menyapa? Akankah jiwa-jiwa yang bebas merasa terkungkung dalam kelapangan? Jika itu pilihan semesta, diamku tak membuatnya berbalik arah kan?

Cara ke Pantai Sambolo pake Transportasi Umum

Gambar
Hi, mau mengabadikan perjalananku ke Pantai Sambolo pake transportasi umum. Kalau2, ada yang mau nyobain pake angkutan umum, ini bisa jadi referensi kalian.. Ini daftar transportasi umum yang aku  pake yah..  1. Citra Raya - St. Parung Panjang : Transportasi online.  2. St. Parung Panjang - St. Rangkasbitung : KRL  3. St. Rangkasbitung - St. Kerenceng : Kereta Api Lokal 4. St. Kerenceng - Pantai Sambolo : Angkot Silver Pukul 06.30 aku sudah memulai perjalanan menuju St. Parung Panjang pake Grab Car. Perjalanan hanya ditempuh selama 53 menit. Lalu perjalanan dilanjut menggunakan KRL.  Aku pake KRL tujuan Rangkasbitung  jadwal pukul 07:30. Untuk jadwal KRLnya kalian bisa cek di aplikasi KAI Access.  Di KRL aku hanya memandangi berbagai aktivitas manusia. Ada yang terlelap tidur, ada yang sibuk dengan gadgetnya, ada yang melamun entah berpikir apa. Beberapa kali aku menengok pemandangan luar dari balik kaca krl yang sedikit berdebu. Sawah, ladang, rumah-r...

Mentari

Gambar
Tidak peduli seberapa banyak orang yang menantikannya, Ia selalu datang dengan keindahan dan kehangatan. Tak peduli cuaca, ia akan tetap menyapa semua emosi yang menghampiri.  Kepulangannya tak menyisakan kesedihan karena ia mengutus malam menyelimuti sepi dalam diri. Dimanapun kaki kita berpijak, ia sama-sama tetap akan berpamit pulang. Pada intinya ia datang dan pergi, tak peduli apakah kita menyambut dan melepaskannya. Mengapa kita harus menyambut dan melepaskan kepergiannya? Bukankah itu tidak penting baginya? Betul sekali, sambutan dan pelepasan baginya tidak penting. Penyambutan dan pelepasan mentari bukan karena bentuk apresiasi atas jasa Si Mentari melainkan hanya kepuasan sendiri. Bukankah itu sungguh egois? Tidak, bagi orang yang mau berpikir. Seharusnya kita bisa meraskan Dzat yang Maha dalam matahari yang terbit dan tenggelam. Berikut ini adalah kepergiannya yang sempat aku abadikan.   

Trip ke Tumpak Sewu

Hai, mau nyarios heula perjalanan aku ke Tumpak Sewu. Tumpak Sewu/Coban Sewu adalah air terjun yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Seringkali orang menyebutnya Niagaranya orang Jawa Timur. Perjalananku menuju air terjun ditemani oleh seorang tour guide lokal yang merangkap sebagai fotografer. Pertama, aku memulai perjalanan menuju panorama. Panorama adalah sebuah tempat dimana kita bisa melihat air terjun dari tampak atas. Di sini disediakan menara kecil untuk mengambil foto dari sudut pandang yang menarik. Tetapi jika datang terlalu pagi, air terjun tidak terlihat karena masih tertutup kabut ahaahah. Amannya dateng ke tempat ini sekitar pukul 8 pagi, jadi bisa melihat indahnya Coban Sewu dari tampak atas. Andaikan aku bisa ngelihat air terjun itu dari panorama, pasti indah banget. But it's okay ngelihat kabut juga udah sesuatu hal yang baru bagi aku.  Setelah menunggu kurang lebih 30 menit dan kabut enggan pergi, lalu aku putuskan untuk langsung cuss ke air terjun....

Trip ke Gunung Bromo

Gambar
 Hai guys aku mau sharing trip aku hari ini..  Hari ini aku trip ke Taman Nasional Gunung Bromo. Kebetulan hari ini adalah hari kedua Gunung Bromo dibuka setelah sebelumnya ditutup karena PPKM (hanya bisa melihat sunrise). Untuk trip kali ini aku pake jasa tour and travel http://journeymalang.co.id/. Untuk yang kepo, bisa langsung cus aja ke websitenya yah.  Jasa tournya jemput langsung kami dari rumah. Sekitar pukul setengah satuan kami langsung jalan ke rest area Wonokitri. Sekitar pukul 3 kurang kami sampai di Rest Area Wonokitri. Seturun dari mobil, kami disambut oleh ibu-ibu yang menjajakan kethu, sarung tangan dan syal. Meskipun kita dah bilang engga mau beli, mereka tetep usaha supaya dagangannya dibeli. ahaha, kalo dah memelas pasti jadi ga enak. Rest Area Wonokitri pada intinya tempat ke toilet dan pergantian mobil aja. Untuk ke toiletnya bayar 3 k aja seorang. Perjalanan berlanjut menuju ke area penajakan/spot sunrise menggunakan mobil jeep. Spot sunrise yang ka...

Sans

 Bukankah tidak penting sudahkah kita sampai pada tujuan? Bukankah seringkali kita salah tujuan ketika kita sudah sampai pada akhir pemberhentian? Bukankah seringkali kita disesatkan semesta lalu menemukan tujuan lain yang ternyata lebih indah? Lalu mengapa membiarkan waktu tersapa oleh resah saat tujuan dibelokkan atau tak kunjung sampai pada tujuan?  Terus berjalanlah dengan kesyukuran tanpa tulip-tulip keriangan dalam angan.  Dalam perjalanan, malam dan gelapnya akan selalu ada, carilah secercah cahaya agar bisa bertahan. Nikmatilah perjalanan, sebarlah benih - benih tulip dalam angan disepanjang perjalanan.  Waktumu, hidupmu, habis dalam perjalanan, bukan pada saat sampai tujuan.  Lalu, mengapa menahan senyum  dan membiarkan air mata disepanjang jalan? Mengapa berharap tulip kan menyembuhkan? Bukankah bisa jadi tulip dalam anganmu itu rekah dan tulip aslinya layu dan membisu?