Apaa siii
Awan duduk di depan cermin, bercerita tentang dirinya sendiri di kaca. Tadi aku memutuskan untuk makan malam soto Ayam Kampung Boyolali, satu tusuk sate puyuh, dan tempe mendoan. Iyah, aku tau tempe mendoan di toko yang selalu aku beli ini memang klemer klemer, selayaknya tempe mendoan asli. Tapi, sebenarnya aku ingin makan tempe yang kriuk. Tapii, ya sudahlahh, yang penting makan malam dengan soto. Saat makanannya datang, aku sedikit terkejut, tempenyaa kriuk, tidak seperti biasanya. Aku terharu, rasanya semesta mendengarkan suara hati aku. Iyaa, suara hati yang sedang sedih, dan letih karena kejadian pagi ini. Pastinya, persoalan apalagi kalau bukan tentang pekerjaan di kantor. Pagi tadi, rasanya aku ingin berteriak, dan menghilang. Aku merasa apa yang sudah aku kerjakan tidak dihargai, dan seolah-olah aku salah dalam mengartikan apa yang menjadi kesepakatan sebelumnya. Apakah ini artinya aku ingin dihargai? Yaa, mungkin saja. Aku terbiasa bekerja di lingkungan yang ...